Bakti Sosial di Kecamatan Sukaresmi Garut: Wujud Kepedulian dan Solidaritas Masyarakat

Kecamatan Sukaresmi di Kabupaten Garut dikenal sebagai salah satu wilayah dengan semangat kebersamaan dan gotong royong yang kuat. Hal ini tercermin dari berbagai kegiatan bakti sosial yang rutin diselenggarakan, baik oleh pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, maupun masyarakat umum. Program-program sosial tersebut tidak hanya berfokus pada bantuan material, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kepedulian sosial antarwarga.


1. Berbagi Takjil di Bulan Ramadan

Pada April 2024, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Garut melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan membagikan takjil gratis di Kampung Pelag, Desa Sukalillah, Kecamatan Sukaresmi. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-60. Dipimpin langsung oleh Kepala Rutan, Fahmi Rezatya Suratman, kegiatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Momentum Ramadan dijadikan sarana untuk menebar kebaikan dan memperkuat hubungan antara aparat dan warga.


2. Program “Sukaresmi Peduli”

Masih pada April 2024, Pemerintah Kecamatan Sukaresmi meluncurkan Program “Sukaresmi Peduli” yang dikelola melalui Unit Pengelola Zakat, Infaq, dan Sodaqoh (UPZIS). Program ini menyalurkan bantuan berupa seragam sekolah, tas, sepatu, buku, serta santunan uang kepada anak yatim piatu dan keluarga duafa. Camat Sukaresmi, Iis Rahmawati, menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat terus berkembang dengan dukungan masyarakat, instansi pendidikan, dan lembaga sosial lainnya.


3. Santunan Anak Yatim dan Lansia

Sejak beberapa tahun sebelumnya, kegiatan santunan juga telah berjalan. Pada November 2020, Pemerintah Desa Mekarjaya bersama Pokdarkamtibmas Sukaresmi menggelar acara santunan untuk anak yatim, lansia, dan guru ngaji. Bantuan yang diberikan berupa beras, uang tunai, nasi kotak, dan snack. Kegiatan ini semakin meriah dengan lomba tumpeng oleh ibu-ibu PKK, yang memperlihatkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.


4. Momentum Syawal untuk Kepedulian Sosial

Pada April 2025, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Sukaresmi, Asep Haris, mengajak masyarakat menjadikan bulan Syawal sebagai momentum memperkuat empati terhadap anak yatim. Menurutnya, kepala desa memiliki peran penting dalam menumbuhkan budaya kepedulian dan memastikan kegiatan santunan terus berjalan secara rutin dan berkelanjutan.


5. Penyaluran Bantuan Sosial Pemerintah

Selain inisiatif lokal, bantuan sosial dari pemerintah pusat juga disalurkan di Kecamatan Sukaresmi. Pada Desember 2024, PT Pos Indonesia menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada 869 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran dilakukan dengan sistem layanan khusus, termasuk lembur, agar bantuan dapat diterima seluruh warga yang berhak.


Dampak Positif Bagi Masyarakat

Berbagai program bakti sosial di Kecamatan Sukaresmi memberikan dampak positif yang signifikan, antara lain:

  • Meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama anak yatim, duafa, dan lansia.
  • Meningkatkan solidaritas sosial, baik antarwarga maupun antara pemerintah dengan masyarakat.
  • Menguatkan nilai gotong royong, yang menjadi ciri khas budaya masyarakat Garut.
  • Menumbuhkan rasa optimisme, bahwa kepedulian bersama dapat membantu mengatasi berbagai tantangan sosial.

Kesimpulan

Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, telah menunjukkan bagaimana bakti sosial bisa menjadi instrumen penting dalam memperkuat ikatan sosial, meningkatkan kepedulian, dan mendorong kesejahteraan masyarakat. Baik melalui pembagian takjil, santunan anak yatim, maupun penyaluran bansos, setiap kegiatan mencerminkan nilai kebersamaan yang masih kokoh di tengah masyarakat.

Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang terus terjaga ini diharapkan dapat menjadi teladan bagi wilayah lain dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera, inklusif, dan berdaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *