

1. Tingkat Pendidikan Penduduk
Kabupaten Garut memiliki penduduk sekitar 2,79 juta jiwa pada pertengahan 2024. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 3,48% yang menempuh pendidikan tinggi (S1 ke atas). Sebanyak 18,24% berpendidikan SMA, 17,39% lulusan SMP, dan 31,02% hanya tamat SD. Sementara itu, masih terdapat 10,51% yang belum tamat SD dan 19,36% yang tidak atau belum pernah sekolah.
2. Kondisi Angkatan Kerja
Sebagian besar angkatan kerja di Garut berpendidikan rendah. Hampir setengahnya hanya lulusan SD atau bahkan tidak tamat SD. Lulusan SLTA mencapai sekitar seperempat, sedangkan yang menempuh pendidikan perguruan tinggi masih sangat terbatas. Rendahnya kompetensi dan keterbatasan lapangan kerja menjadi faktor penyebab tingginya angka pengangguran. Pemerintah daerah berupaya mengatasinya dengan menyediakan pelatihan kerja, program penempatan tenaga kerja, hingga membuka peluang kerja ke luar negeri.
3. Inisiatif Peningkatan Kapasitas SDM
Pemerintah Kabupaten Garut terus menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas SDM. Kolaborasi dengan Universitas Padjadjaran (UNPAD) difokuskan pada bidang kesehatan, pelatihan keterampilan, dan peningkatan kapasitas kerja. Sedangkan kerja sama dengan Universitas Langlangbuana (Unla) menitikberatkan pada peningkatan pendidikan, sertifikasi, serta digitalisasi layanan pemerintahan. Selain itu, sejumlah regulasi baru terkait pengembangan kompetensi ASN juga diterapkan, guna memperkuat profesionalisme aparatur sipil negara. Upaya ini berbuah hasil positif, terbukti dengan diraihnya peringkat kedua nasional dalam ajang Anugerah Manajemen ASN 2024.
4. Dukungan Bagi Pencari Kerja
Untuk menjawab kebutuhan lapangan kerja, pemerintah meluncurkan aplikasi Gentra Karya. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi lowongan, pelatihan, magang, serta sertifikasi kerja. Program ini juga terintegrasi dengan penyedia lapangan kerja, lembaga sertifikasi, serta kementerian terkait. Selain itu, job fair mini rutin digelar untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Garut.
5. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Secara keseluruhan, kualitas SDM Garut masih tergolong menengah ke bawah. Hal ini tercermin dari nilai IPM yang berada pada kisaran 0,687. Indikator ini menunjukkan masih perlunya peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama dari aspek pendidikan, kesehatan, dan daya beli.
Ringkasan Kondisi SDM Kabupaten Garut
| Aspek | Kondisi Saat Ini |
|---|---|
| Pendidikan Tinggi | Rendah, hanya sekitar 3,5% penduduk (S1 ke atas) |
| Pendidikan Dasar | Tinggi: mayoritas hanya tamat SD atau tidak sekolah |
| Angkatan Kerja | Didominasi lulusan SD; pelatihan dan program kerja aktif dilakukan |
| Kolaborasi Pendidikan | Kerja sama dengan UNPAD & Unla; ASN diperkuat lewat sistem merit |
| Teknologi & Layanan | Aplikasi Gentra Karya untuk akses kerja & pelatihan |
| IPM | 0,687 (kategori menengah ke bawah) |
Sumber Rujukan Resmi:
- Katadata – Statistik pendidikan penduduk Garut 2024
- BPS Garut – Data pendidikan angkatan kerja
- Jabarprov.go.id – Kerja sama Pemkab Garut dengan UNPAD & sosialisasi Perbup SDM
- Setda Garut – Kerja sama Pemkab Garut dengan Unla
- Pilarcakrawala.news – Anugerah Manajemen ASN 2024
- Pemkab Garut – Aplikasi Gentra Karya
- Wikipedia – Indeks Pembangunan Manusia Jawa Barat
