

1. Latar Belakang dan Tujuan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diluncurkan untuk mengatasi masalah malnutrisi dan stunting sekaligus memperkuat pemenuhan gizi bagi kelompok rentan: anak usia sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui. Tujuan jangka panjangnya adalah membangun generasi unggul mendukung visi Indonesia Emas 2045.
2. Lembaga Pelaksana dan Dasar Hukum
MBG berjalan di bawah pengelolaan Badan Gizi Nasional (BGN), lembaga setingkat kementerian yang terbentuk melalui Perpres No. 83 Tahun 2024. BGN bertugas menyelenggarakan program makan bergizi melalui kolaborasi berbagai kementerian dan instansi.
3. Waktu Peluncuran dan Cakupan
Program resmi dimulai pada 6 Januari 2025, awalnya di 190 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 26 provinsi. Begitu cepat, hingga akhir Januari 2025 ekspansi menjangkau lebih banyak titik dan provinsi.
4. Target dan Penyelenggaraan
Program ini menargetkan sekitar 82,9 juta orang, mencakup siswa PAUD hingga SMA, balita, ibu hamil, dan menyusui. Untuk mewujudkannya dibutuhkan sekitar 30.000 SPPG, di mana 1.542 unit dibangun dengan dana APBN dan sisanya melalui kemitraan dengan pihak ketiga, termasuk UMKM.
5. Capaian Program hingga Agustus 2025
Hingga 15 Agustus 2025, program MBG telah meluas ke 38 provinsi, menjangkau 20 juta penerima, melibatkan 5.800 SPPG, menciptakan 290.000 lapangan kerja, serta memberdayakan 1 juta petani, nelayan, peternak, dan UMKM.
6. Dampak Lapangan
Program MBG memberi manfaat nyata di lapangan. Misalnya, siswa di Surabaya menyatakan program ini membantu mereka menghemat uang saku sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan lain seperti alat tulis atau buku. Di SMK Negeri 1 Karangdadap, sekitar 1.400 paket makanan dibagikan setiap hari, menunjukkan kolaborasi efektif antara sekolah dan pemerintah.
7. Tantangan dan Kritik
Meski memberikan dampak positif, MBG juga menghadapi kritik. Beberapa pihak menilai adanya potensi pengurangan anggaran program sosial lain jika alokasi tidak seimbang. Selain itu, sempat dilaporkan beberapa kasus keracunan massal pada periode Januari–April 2025 yang perlu menjadi perhatian dalam evaluasi program.
8. Kesimpulan
MBG adalah inisiatif strategis pemerintah yang dijalankan secara cepat dan skala besar. Program ini telah memberikan manfaat nyata, seperti meningkatkan kehadiran pelajar, mendukung ekonomi lokal, serta memperkuat aktivitas sekolah. Namun, pelaksanaannya perlu terus dievaluasi terkait kualitas makanan, distribusi, serta efektivitas anggaran agar manfaatnya maksimal dan merata.
Sumber Resmi:
- BGN: Program MBG dalam tahap uji coba & peluncuran SPPG, sasaran, mekanisme, serta kemitraan bgn.go.id
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah: Peluncuran awal program di 190 SPPG PAUD Dikdasmen
- Sekretariat Negara RI: Capaian hingga Agustus 2025—20 juta penerima, 5.800 SPPG, dan dampak ekonomi Setneg
- Kategori Indonesia.go.id: Peluncuran dan kemitraan—persyaratan dan jumlah mitra Indonesia.go.id
- stunting.go.id: Manfaat nyata di kalangan pelajar & pengalaman siswa Stunting
- SMK Negeri 1 Karangdadap: Pelaksanaan harian di sekolah tertentu SMK Negeri 1 Karangdadap
- Wikipedia: Data sasaran nasional, anggaran, dan masalah terkait WikipediaWikipedia
